• Beranda
  • Tentang FKPM
    • Siapa Kami
    • Visi dan Misi
    • Logo
    • Organisasi
  • Aktifitas Kami
    • FGD dan RTD
    • Publikasi
    • Edukasi
  • Kajian
    • Kajian 2013
    • Kajian 2012
    • Kajian 2011
    • Kajian 2010
    • Kajian 2009
    • Kajian 2008
    • Kajian 2007
    • Kajian 2006
    • Kajian 2005
  • Quarterdeck
    • Quarterdeck 2013
    • Quarterdeck 2012
  • Hubungi Kami
  • Perlunya suatu “Navy LeagueR...

    Oleh  Willy F. Sumakul  Latar belakang Pemikir Angkatan Laut modern Admiral A.T. Mahan, mengatakan bahwa suatu negara maritim bila ingin menjadi kuat dan makmur,  haruslah me [...]

    Read more
  • Strategi Maritim China di Laut China ...
    Strategi Maritim China di Laut China Selatan: Suatu Dilema

    Oleh  Willy F. Sumakul Pendahuluan. Tidak ada satupun wilayah perairan didunia ini yang memiliki potensi konflik sedemikian rupa seperti apa yang terdapat di wilayah perair [...]

    Read more
  • Passus vs Insurgensi: Mitos atau Dilu...
    Passus vs Insurgensi: Mitos atau Dilupakan?

    Oleh Budiman Djoko Said Pendahuluan Masih segar dalam ingatan kita serbuan ke Lapas Cebongan beberapa waktu lalu, dan diakhiri dengan waktu begitu singkat dan tim penyerbu se [...]

    Read more
  • Petak Umpet Versus Korea Utara di Sem...
    Petak Umpet Versus Korea Utara di Semenanjung Korea

    Oleh : Budiman Djoko Said * Today, Korea is the only place in the world where 35 million people live within the range and threat of enemy artillery. Without almost no notice, [...]

    Read more
  • Kepentingan Indonesia dalam Kerjasama...
    Kepentingan Indonesia dalam Kerjasama Maritim Indonesia-China

    Oleh: Goldy Evi Grace Simatupang 1.   Pendahuluan China, disengaja atau tidak, saat ini adalah media darling. Media darling adalah istilah dalam jurnalistik untuk menggambark [...]

    Read more
  • NMIC: Sekedar Wacana atau Kebutuhan?
    NMIC:  Sekedar Wacana atau Kebutuhan?

    Oleh: Robert Mangindaan Pendahuluan          Pada tanggal 13 November 2012, pihak TNI-AL berkolaborasi dengan  Angkatan Laut Singapore, menyelenggarakan “Maritime Security Se [...]

    Read more
  • Sengketa Batas Maritim Asia Tenggara:...
    Sengketa Batas Maritim Asia Tenggara:  Sebuah Tantangan Keamanan Maritim Kawasan

    Oleh: Goldy Evi Grace Simatupang “The root of most of the violent conflicts in history has been competition for territory and resources” ― Richard H. Ullman 1.           Pend [...]

    Read more
  • Biaya atau Anggaran … siapa tak...
    Biaya atau Anggaran … siapa takut ?  [1]

    Oleh Budiman Djoko Said Latar belakang Ekonomi Pertahanan fokus pada alokasi penggunaan sumber daya nasional yang terbatas guna mendukung strategi pertahanan nasional dan ke [...]

    Read more
  • Kekuatan Udara (Airpower) atau ‘Air a...
    Kekuatan Udara (Airpower) atau ‘Air and Space Power’?

         Oleh Budiman Djoko Said   Pendahuluan Usai PD-II menyisakan pertanyaan (legenda atau mitos) tentang hadirnya satuan udara masif dan besar sebagai kekuatan Udara (Airpow [...]

    Read more
  • Transparansi PRC dengan “buku putih” ...
    Transparansi PRC dengan “buku putih” ― kajian singkat (research brief) dengan model runtun  waktu (time series)[1]

    Oleh: Tim FKPM   Pendahuluan Buku putih yang sering diterbitkan dibanyak negara seperti Jepang, Australia dan lainnya sepertinya lebih banyak (hanya) diorientasikan untuk ko [...]

    Read more
Follow

Perlunya suatu “Navy League” di Indonesia



Oleh  Willy F. Sumakul

 Latar belakang

Pemikir Angkatan Laut modern Admiral A.T. Mahan, mengatakan bahwa suatu negara maritim bila ingin menjadi kuat dan makmur,  haruslah membangun suatu Angkatan Laut yang besar pula. Syarat penting lain adalah adanya karakteristik pemerintahnya yang harus berorintasi pada maritim dimana program-program pembangunannya banyak bertumpu pada pemberdayaan sumber daya yang berkaitan dengan maritim. Paham Mahan ini sejak dicetuskan beberapa puluh tahun yang lalu, masih sangat relevan hingga saat ini bahkan mungkin sampai masa depan. Banyak negara maritim besar yang kita saksikan dewasa ini menganut paham Mahan ini, bahkan China sekarang sedang giat melaksanakan pembangunan Angkatan Lautnya, sebagai implementasi dari kesadaran akan letak dan konfigurasinya sebagai negara maritim. Asumsinya adalah, Angkatan Laut yang besar dan kuat dengan sendirinya akan menjamin keamanan pembangunan ekonomi dan perdagangan utamanya pemberdayaan sumber daya dari laut dan mengamankan jalur perdagangan lewat laut (SLOC).

READ MORE »

Kajian 2013

Strategi Maritim China di Laut China Selatan: Suatu Dilema



Oleh  Willy F. Sumakul

  1. Pendahuluan.

Tidak ada satupun wilayah perairan didunia ini yang memiliki potensi konflik sedemikian rupa seperti apa yang terdapat di wilayah perairan di Laut China Selatan. Suatu wilayah perairan yang diklaim kepemilikannya sebahagian atau seluruhnya secara serentak dan bersamaan oleh enam negara dengan berbagai argumentasi dan dasar hukum yang sama, ataupun berbeda. Dalam satu dekade terakhir ini Laut China Selatan telah menjadi salah satu titik api konflik paling berbahaya, karena para negara pengklaim telah menunjukkan agresivitasnya untuk mempertahankan posisi masing-masing dalam arti klaim kedaulatan wilayah yang ternyata saling tumpang tindih satu sama lain. China, Vietnam, Taiwan, Filipina, Brunai Darussalam dan Malaysia mengklaim memiliki kedaulatan atas sebahagian atau seluruhnya di Laut China Selatan yang akhir-akhir ini telah mengarah pada ketegangan diplomatik maupun militer. Dorongan utama klaim negara-negara adalah karena  laut tersebut kaya akan sumber daya alam utamanya mineral, minyak dan gas bumi. Semua orang akan mengakui kalau China adalah aktor atau pemain terbesar, dalam konflik ini, sehingga faktor China dianggap sebagai faktor dominan dan penentu kearah mana konflik ini berkembang.

READ MORE »

Kajian 2012, Kajian 2013

Passus vs Insurgensi: Mitos atau Dilupakan?



Oleh Budiman Djoko Said

Pendahuluan

Masih segar dalam ingatan kita serbuan ke Lapas Cebongan beberapa waktu lalu, dan diakhiri dengan waktu begitu singkat dan tim penyerbu segera menghilang.[1]  Serbuan cepat antar ruangan yang berjarak pendek pasti membutuhkan ketrampilan tinggi baik sebagai penembak jitu jarak pendek maupun ketrampilan bela diri (martial arts) dan ketrampilan ini dipelihara terus menerus agar menyatu sebagai naluri kesehariannya.

Kapasitas seperti itu hanya dimiliki pasukan khusus atau pasukan yang terlatih dalam perang Urban[2] khususnya pertempuran antar ruangan (CQC/Close Quarter Combat) dan elit polisi (SWAT)[3] anti teror. Pasukan khusus biasanya melibatkan diri dalam peperangan non-konvensional/PNK (UW/Unconventional Warfare). Pasukan ini bisa bergerak cepat, senyap, mengejutkan (surprise), ekonomik dan luwes, dalam  jumlah kecil serta dideploikan dengan cara tertutup (covert) atau klandestin dan terkesan jauh dari media.

READ MORE »

Kajian 2013

Petak Umpet Versus Korea Utara di Semenanjung Korea



Oleh : Budiman Djoko Said *

Today, Korea is the only place in the world where 35 million people live within the range and threat of enemy artillery. Without almost no notice, two million soldiers could be locked in combat.

—General Thomas, A.Schwartz, C-in-C, Combined Forces Command, 1999-2002

 

Pendahuluan

Pak Schwartz benar, semenanjung Korea tidak pernah dingin, bahkan laiknya perang dingin jilid II. Cerita negeri ini tidak habis-habisnya, mulai dari menghajar sanak-saudaranya di Korea Selatan dengan dentuman Artileri ke pulau terdepan, serangan torpedo ke kapal Angkatan Laut Korea selatan (ROKS Choenan), dan menyusupnya pasukan Komando ke wilayah selatan. Bagaimana bisa ketemu sun shine policy (Korea Selatan) versus military’s first policy (Korea Utara)?

Semenanjung ini memiliki geopolitik, ekonomi, dan militer dengan indikasi [1] lima kekuatan militer terbesar (utamanya darat) yakni China, Rusia, Amerika, Korea Selatan (Korsel) dan Korea Utara (Korut) sendiri, dan [2] lintas neraca perdagangan terbesar bagi China, Jepang, Korea, Taiwan dan Singapura, serta [3] lima negara kapabel nuklir terbesar[1] yakni Rusia, China, Jepang, AS dan Korut. Lengkap sudah sebutan sebagai sebagai zona terpanas didunia dan kata kuncinya cuma satu, yakni stabilitas  Semenanjung.

READ MORE »

Kajian 2013

Kepentingan Indonesia dalam Kerjasama Maritim Indonesia-China



Oleh: Goldy Evi Grace Simatupang

1.   Pendahuluan

China, disengaja atau tidak, saat ini adalah media darling. Media darling adalah istilah dalam jurnalistik untuk menggambarkan seseorang atau perusahaan atau organisasi tertentu yang mendapat perhatian lebih dari media dan segala sesuatu tentangnya mendapat perhatian serius dan diliput secara luas. Lihat saja, berita apapun tentang China menjadi menarik, mulai dari masalah politik, keamanan, teknologi informasi, ekonomi, sampai pada masalah HAM. Ini tentu saja bisa dipahami sebab saat ini China tumbuh menjadi negara yang bangkit — dengan peaceful risenya — menjadi negara yang paling kuat di kawasan bahkan menjadi negara yang sangat diperhitungkan dalam politik internasional.

Masalah maritim China tidak luput dari pemberitaan media, misalnya sengketa teritorial China dengan Jepang, Korea Selatan, dan beberapa negara ASEAN di Laut China Selatan. Selain itu, Sea Lanes of Communications (SLOC), Sea Lanes of Trade (SLOT), Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) Indonesia menjadi perhatian utama negara-negara berkepentingan seperti AS dan China. Oleh karena itu Indonesia dituntut untuk meningkatkan  keamanan maritim di dan lewat jalur strategis kepulauan Indonesia.

READ MORE »

Kajian 2013

NMIC: Sekedar Wacana atau Kebutuhan?



Oleh: Robert Mangindaan

Pendahuluan

         Pada tanggal 13 November 2012, pihak TNI-AL berkolaborasi dengan  Angkatan Laut Singapore, menyelenggarakan “Maritime Security Seminar” bertempat di hotel Shangri-La, Jakarta. Pada seminar tersebut, pembicara pertama yaitu Kolonel Laut Judijanto Msi, MA. menyampaikan presentasinya yang berjudul “Kerjasama Strategis Pengelolaan Keamanan Maritim di Indonesia”, di dalamnya terdapat suatu gagasan untuk mewujudkan National Maritime Security Information (NMIC).

          Pada siang hari yang sama, penulis bertemu dengan salah satu pakar maritim dari Australia yang ternyata sangat serius, menanggapi gagasan pembentukan pusat informasi keamanan maritim nasional (baca: NMIC). Ada juga beberapa pihak yang sangat serius mempertanyakan detil rencana pembentukannya. Singkatnya, gagasan mengenai NMIC  telah menimbulkan “gejolak” dari berbagai pihak (di luar negeri) yang “terperangah” mendengar rancana tersebut. Betapa tidak? Rencana tersebut akan mengubah lanskap keamanan maritim kawasan Asia tenggara, yang pada gilirannya membawa dampak langsung terhadap upaya untuk menciptakan stabilitas keamanan, dan sudah pasti — besar pula pengaruhnya terhadap globalisasi.

READ MORE »

Kajian 2013
← Older Entries

Total Artikel

Jumlah Artikel: 212

Yang Paling Banyak Dibaca

  • PEMBANGUNAN KEKUATAN KAPAL SELAM DI KAWASAN ASIA PASIFIK - 5,201 views
  • PEMBANGUNAN KEKUATAN LAUT MALAYSIA: SUATU TINJAUAN KONTEMPORER - 4,521 views
  • PEMBANGUNAN KEKUATAN LAUT MALAYSIA: IMPLIKASI DAN RESPON INDONESIA - 3,827 views
  • PERSAINGAN KAPAL INDUK DI KAWASAN ASIA PASIFIK - 3,478 views
  • DAMPAK PROYEKSI KEKUATAN LAUT CHINA BAGI INDONESIA - 2,752 views
  • ANALISIS TERHADAP KEBIJAKAN PERTAHANAN SINGAPURA - 2,578 views
  • CHINA DAN AMERIKA SERIKAT DI PASIFIK: NOT A ZERO SUM GAME? (I) - 2,493 views
  • VISI ANGKATAN LAUT INDIA 2022: TANTANGAN TERHADAP INDONESIA - 1,938 views
  • PERNYATAAN DEPUTI PERDANA MENTERI MALAYSIA DAN DAMPAKNYA BAGI BANGKUAT TNI AL - 1,811 views
  • MENAKAR ULANG HUBUNGAN SIPIL-MILITER (HSM) - 1,697 views

Visitor Flag

Flag Counter

Untuk mengetahui informasi detail dari masing-masing negara, silahkan klik gambar negara diatas kemudian pilih menu "details"

Live Traffic Feed

Meta

  • Log in
  • Entries RSS
  • Comments RSS
  • WordPress.org

Artikel Baru

  • Perlunya suatu “Navy League” di Indonesia
  • Strategi Maritim China di Laut China Selatan: Suatu Dilema
  • Passus vs Insurgensi: Mitos atau Dilupakan?
  • Petak Umpet Versus Korea Utara di Semenanjung Korea
  • Kepentingan Indonesia dalam Kerjasama Maritim Indonesia-China
  • NMIC: Sekedar Wacana atau Kebutuhan?

Komentar

  • mutakbir on CENTER OF GRAVITY: DALAM TEORI DAN PRAKTEK
  • Subkhi M Ahmad on Hubungi Kami
  • fkpm on Hubungi Kami
  • choirul anam on Hubungi Kami
  • choirul anam on Hubungi Kami

Pengunjung Website

  • 56816Total membaca:
  • 194Membaca hari ini:
  • 419Membaca kemarin:
  • 39424Total pengunjung :
  • 142Pengunjung hari ini :
  • 313Pengunjung kemarin:
  • 4614Pengunjung bulan ini:
  • 277Pengunjung per hari:
  • 1Pengunjung online:
  • December 6, 2012Counter starts on:

EvoLve theme by Theme4Press  •  Powered by WordPress Forum Kajian Pertahanan dan Maritim
Jalesveva Jayamahe

Back to Top